Showing posts with label TINGKAH WAKIL RAKYAT. Show all posts

POLITIK UANG

oleh Zoraya's Zone

Pagi ini saya melihat di salah satu media bagaimana para elit politik berlomba-lomba dalam strategi pencarian kedudukan tertinggi di kalagan High Society. Berbicara tentang strategi, saya rasa hal ini tidak luput dari besarnya pengaruh politik uang yang bermain di sini. Istilah politik uang atau money politics belakangan menjadi akrab dalam pembicaraan di berbagai kalangan. Sebab, dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang ini, uang merupakan alat kampanye yang paling ampuh untuk mempengaruhi masyarakat guna memilih organisasi sosial politik tertentu, tidak peduli apakah orsospol ini pro reformasi atau pro status quo. Selain itu, politik uang juga akan menghilangkan kesempatan bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi politik mereka, sesuai dengan hati nurani, yang sesungguhnya merupakan esensi demokrasi.Dan celakanya lagi praktik politik uang saat ini sudah sampai pada taraf yang sangat membahayakan. Hampir tak ada lagi proses-proses politik yang—baik antarelite politik maupun antara elite dan rakyat banyak—tidak ternodai oleh transaksi-transaksi politik yang berbasis kompensasi dalam bentuk finansial.
Dan ternyata kawan, terdapat tiga faktor yang amat berpengaruh dalam dunia politik, yaitu duit, money dan fulus.Kedengarannya sih memang sinis, tapi hal ini menggambarkan kenyataan politik yang berlaku, baik di Indonesia, maupun di berbagai belahan dunia lainnya, termasuk di negara-negara yang mengaku dirinya sebagai pendekar demokrasi.Politik uang sangat-sangat dan sangat berbahaya, ibarat virus yang belum pernah bisa dimusnahkan, dan ibarat pepatah buah simalakama. Bahaya politik uang adalah wujudnya yang yang seringkali begitu canggih sehingga tidak mudah dideteksi.Menurut saya dalam suatu pesta politik seharusnya tidak hanya transparansi keuangan saja yang mesti ditegakkan dalam menghindari money politics. Tetapi etika dan moral dari vorum politik juga mesti dibenahi. Alasannya? Karena bukan hanya uang yang berbicara tapi juga pemberian status, jabatan maupun posisi.
Sudah menjadi rahasia umum, dalam proses-proses pembahasan Rapat Kerja dan Rancangan Undang-Undang di lembaga resmi negara maunpun swasta sering memunculkan aroma bagi-bagi uang. Contohnya dalam pemilihan pemimpin eksekutif di segala level, politik uang juga menjadi fenomena sangat jamak. Praktik politik uang yang terjadi antara elite dengan rakyat mulai menjamur sejak zaman orde lama dan orde lama.Para kandidat berebut pemilih dengan memberikan uang kepada mereka yang berjanji mau mencoblos.Hmm, mungkin mereka pikir setelah memperoleh kekuasaan kelak uang dapat kembali dalam waktu tidak terlalu lama.Tentu saja caranya adalah dengan melakukan penyelewengan kekuasaan (abuse of power) dalam konteks mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Dalam konteks tersebut. politik uang benar-benar telah merusak mentalitas rakyat.Akhirnya yang terjadi adalah rakyat memilih bukan karena pertimbangan visi, komitmen,dan kompetensi kandidat, tetapi karena imbalan uang.Padahal, praktik ini ujung-ujungnya akan membuat kepemimpinan yang ada tidak akan efektif untuk melakukan perbaikan dan kesejahteraan masyarakat. Kemungkinan besar yang akan terjadi para calon yang terpilih karena menabur uang akan menggunakan kekuasaan politik untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan. Alhasil, tak ada jalan untuk itu kecuali melakukan korupsi.
Readmore »»

BUPATI TIDUR, 'SBY' SEWOT

oleh Zoraya's Zone

"Itu coba bangunkan yang tidur itu. Kalau tidur di luar saja! Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat. Anda itu dipilih langsung oleh rakyat. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab! Berdosa, bersalah dengan rakyat."


Hahaha…. Kira-kira gitu dech tegoran yang dilontarkan presiden kita kemarin pada anggota dewan yang sedang enak-enakan bermimpi saat beliau berpidato. Hmm… ga sopan!!
Siapa sih yang ga kesal kalau lagi ngomong malah ga didengerin apalagi kalo itu Bapak Presiden? Weleh-weleh…. Cari perkara tu orang.
Giliran ada yang ditegur, spontan aja seratus orang pimpinan DPRD, bupati/walikota langsung menegakkan badan, terutama yang tadinya tidur tiba-tiba segar bugar laksana orang yang siap tempur di medan perang :D
Wajarlah kalo beliau negur, apalagi seorang pemimpin Negara sudah sepantasnya memberi contoh yang baik kepada mereka apalagi materi yang disampaikan sangat penting dan terkait dengan masalah rakyat banyak. Akibatnya mereka terancam tidak diluluskan dalam konsolidasi meskipun mempunyai kemampuan teknis tapi tanpa perilaku serta etika yang baik TAK ADA GUNANYA.

SETUJUUU!!!!
Seperti lagu yang dikumandangkan artis kawakan Iwan Fals “Wakil rakyat seharusnya merakyat. Jangan tidur waktu sidang soal rakyat”.
Bravo bang Iwan…!
Readmore »»